www.AlvinAdam.com


Berita 24 Kepulauan Riau

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Tim Gabungan Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan Narkoba dari ...

Posted by On 16.05

Tim Gabungan Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan Narkoba dari ...

BATAM, KOMPAS.com â€" Tim gabungan yang terdiri dari Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Keperi, Bea dan Cukai Tipe B Batam, Avsec Bandara Hang Nadim, dan Pos Indonesia berhasil memutus mata rantai penyelundupan narkotika golongan satu jenis cathinone sebanyak 55 kilogram.

Terungkapnya kasus ini berkat kecurigaan petugas Bea dan Cukai terhadap barang yang dikemas rapi di dalam beberapa kardus bertuliskan "Daun Teh dan Bahan Pembuatan Kue". Sebelumnya, cathinone ini sempat tertahan di Batam.

Direktur Ditresnarkoba Polda Kepri Kombes K Yani Sudarto mengatakan, alur perjalanan barang haram ini terbilang panjang. Dari tempat awal dipesan, yakni Etiopia, barang haram ini kemudian dibawa ke India, lalu Thailand, Jakarta, dan tiba di Batam.

"Tujuan akhir barang haram ini akan dikirimkan ke Malaysia, tetapi di Bat am barang ini dikirimkan ke Yatrik Faradiba di kompleks Cipta Puri Blok J, No 16 RT 002 RW 009, Kelurahan Tiban Baru, Kecamatan Sekupang, Batam, Kepulauan Riau, selanjutnya baru diteruskan ke Malaysia," kata K Yani, Kamis (11/1/2018).

Yani mengungkapkan, pengiriman cathinone bukanlah pengiriman kali pertama. Sebab, berdasarkan data dari Kantor Pos, pengiriman ini merupakan yang ke-12 kali dari Etiopia.

"Yatrik Faradiba berhasil diamankan, Senin (8/1/2018) kemarin. Yatrik diamankan saat akan mengambil barang haram itu di Kantor Pos dan mengirim barang haram ini ke Malaysia dengan bayaran RM 1.500," ungkap Yani.

Baca juga: Cegah Penyelundupan Narkoba, Penumpang di Bandara Batam Harus Lepas Sepatu

Kepala KPU Bea Cukai Tipe B Batam Susila Barata mengatakan, untuk meloloskan aksinya itu, Yatrik Faradiba mengelabui petugas pemeriksaan dengan membuat laporan bahwa barang tersebut adalah bahan baku pembuatan kue dan daun teh. Namun, setelah diperiksa, ternyata barang haram ini adalah cathinone yang diperuntukan bagi komunitas Arab yang ada di Malaysia.

"Kecurigaan kedua, Yatrik Faradiba ternyata menggunakan alamat fiktif karena barang haram ini tidak sempat diantarkan ke alamat sesuai dengan yang sudah dituliskan, melainkan diambil pelaku langsung ke Kantor Pos dan selanjutnya dikirimkan ke Malaysia," ujar Susila Brata.

Seperti diketahui, cathinone ini juga dilarang di beberapa negara, seperti Amerika, Kanada, Australia, Jerman, Polandia, Irlandia, dan Perancis. Efek yang ditimbulkan ketika mengonsumsi barang ini dalam jangka panjang adalah depresi berat, halusinasi, susah tidur, dan gangguan jiwa berat.

Baca juga: Polda Jabar Musnahkan Narkoba Senilai Rp 11 Miliar

Efek yang berbahaya ini menjadi alasan kenapa tumbuhan yang subur di daerah tropis seperti Indonesia ini dikategorikan narkotika. Pelarangan ini s endiri tertuang dalam lampiran Undang-Undang No 35 Tahun 2009.

Ditambahkan Yani, untuk cara konsumsinya, cathinone ini bisa digunakan dengan dikunyah seperti sirih, dihirup, bahkan ada yang disuntik dengan terlebih dulu dilarutkan di dalam air.

Kompas TV Sherly Djou ditetapkan sebagai tersangka penyalahgunaan narkotika.

Berita Terkait

Pendaftaran Pilkada NTB, Suhaili-Amin Siap Lawan Narkoba dan Politik Uang

Pengedar Narkoba Gunakan Anak Balitanya untuk Transaksi

Empat Penghuni Rusun Cipinang Besar Selatan Dikeluarkan karena Konsumsi Narkoba

Konsumsi Narkoba, Penghuni Rusun Ci pinang Besar Sudah Berulang Kali Diusir

Dua Karyawan Rusun Diusir dari Rusun karena Terkait Narkoba

Terkini Lainnya

Alasan Stefer Rahardian Geluti Olahraga MMA

Alasan Stefer Rahardian Geluti Olahraga MMA

Olahraga 14/01/2018, 07:00 WIB Budayawan Darmanto Jatman Tutup Usia

Budayawan Darmanto Jatman Tutup Usia

Nasional 14/01/2018, 06:23 WIB Tantangan Menteri Susi dan Pembenahan Danau Sunter

Tantangan Menteri Susi dan Pembenahan Danau Sunter

Megapolitan 14/01/2018, 06:15 WIB Sejumlah Desa di Bima Dilanda Banjir

Sejumlah Desa di Bima Dilanda Banjir

Nasional 14/01/2018, 06:09 WIB  Jadwal Final Thailand Masters

Jadwal Final Thailand Masters

Olahraga 13/01/2018, 23:38 WIB Melihat Keindahan Puri Tri Agung yang Menghadap Laut China Selatan

Melihat Keindahan Puri Tri Agung yang Menghadap Laut China Selatan

Regional 13/01/2018, 22:47 WIB Sambut Proliga 2018, Tim Gresik Petrokimia Serius Matangkan Permainan

Sambut Proliga 2018, Tim Gresik Petrokimia Serius Matangkan Permainan

Olahraga 13/01/2018, 22:28 WIB RSUD Syamsudin Autopsi Jenazah Siswa SMAN 3 Kota Sukabumi

RSUD Syamsudin Autopsi Jenazah Siswa SMAN 3 Kota Sukabumi

Regional 13/01/2018, 22:13 WIB Soal Kasus Fredrich, ICW Ingatkan Tidak Ada Profesi yang Kebal Hukum

Soal Kasus Fredrich, ICW Ingatkan Tidak Ada Profesi yang Kebal Hukum

Nasional 13/01/2018, 22:02 WIB Fahri Hamzah Minta Pemerintah Akui Kesalahan soal Kebijakan Beras

Fahri Hamzah Minta Pemerintah Akui Kesalahan soal Kebijakan Beras

Nasional 13/01/2018, 21:34 WIB Pesta Sabu, Lima Warga Bima Ditangkap Polisi

Pesta Sabu, Lima Warga Bima Ditangkap Polisi

Regional 13/01/2018, 21:33 WIB Pemerintah Siap Bahas Revisi UU MD3 untuk Tambah Pimpinan DPR-MPR

Pemerintah Siap Bahas Revisi UU MD3 untuk Tambah Pimpinan DPR-MPR

Nasional 13/01/2018, 21:12 WIB Anies: Jangan Cuma Hidup di Jakarta, tetapi Tak Diimbangi Membayar Pajak

Anies: Jangan Cuma Hidup di Jakarta, tetapi Tak Diimbangi Membayar Pajak

Megapolitan 13/01/2018, 21:10 WIB Indonesia Loloskan Tiga Finalis Thailand Masters

Indonesia Loloskan Tiga Finalis Thailand Masters

Olahraga 13/01/2018, 20:59 WIB Polisi Tembak Mati Pelaku Sindikat Narkoba Internasional Asal China

Polisi Tembak Mati Pelaku Sindikat N arkoba Internasional Asal China

Regional 13/01/2018, 20:55 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Kepri

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »