www.AlvinAdam.com

Berita 24 Kepulauan Riau

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Operasional PT. PIM Terhenti

Posted by On 02.45

Operasional PT. PIM Terhenti

Operasional PT. PIM Terhenti

PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Aceh Utara, mulai awal Desember 2017 terpaksa memasok urea dari PT Pupuk Sriwijaya

Operasional PT. PIM TerhentiPABRIK PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) 2 tak beroperasi lagi sejak 2005 karena terkendala pasokan gas.

* Pupuk Dipaso dari Luar

LHOKSUKONâ€"PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Aceh Utara, mulai awal Desember 2017 terpaksa memasok urea dari PT Pupuk Sriwijaya Palembang dan PT Pupuk Kaltim untuk kebutuhan di Aceh dan provinsi lainnya pada 2018 mendatang. Sebab, pabrik urea dan amoniak PIM hingga Rabu (27/12) belum bisa beroperasi karena pasokan gas dari Perta Arun Gas (GAS) tidak mencukupi untuk produksi pupuk.

Untuk diketa hui, operasional pabrik urea dan pabrik amoniak PIM yang berada di Kecamatan Dewantara, Aceh Utara terhenti pada pertengahan November 2017, karena pasokan gas sebagai bahan baku tak mencukupi. Pasokan gas dari PAG 10 million cubic feet per Day (MMSCFD) atau juta standar kaki kubik per hari. Sedangkan yang dibutuhkan tiap harinya mencapai 55 MMSCFD.

“Belum, sampai hari ini belum beroperasi karena terkendala ketersediaan gas. Kemungkinan baru dapat beroperasi pada Januari 2018, tapi itu juga belum bisa kita pastikan tanggalnya, karena juga belum pasti pasokan gasnya,” ujar Humas PIM Zulfan Effendi menjawab Serambi, Rabu (27/12) kemarin.

Disebutkan, untuk memenuhi kebutuhan pupuk di wilayah distribusi mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Riau, dan Kepulauan Riau (Kepri), PIM memasok pupuk dari anak perusahaan Pupuk Indonesia, yaitu Pusri dan Kaltim. Pemasokan mulai dilakukan pada awal Desember lalu, untuk kebutuhan dari Januari sampai Maret 2018.

“Nanti pupuk tersebut akan kita ganti, bisa dalam bentuk barang, bisa juga pembayaran. Pupuk itu kita pasok lebih cepat untuk mengantisipasi karena belum ada kepastian pasokan gas, sehingga kita perlu mengantisipasi dari awal, sehingga ke depan tidak terjadi kekosongan pupuk,” katanya.

Zulfan Efendi juga menambahkan, jumlah pupuk yang dibutuhkan juga banyak. Namun, Zulfan tidak bisa memastikan angka detilnya. “Pupuk itu sebagian sekarang disimpan di gudang wilayah distribusi masing-masing. Kalau untuk medan dan sekitarnya langsung kita simpan di gudang yang ada di sana, untuk memudahkan proses distribusi,” pungkas Zulfan.(jaf)

Editor: bakri Ikuti kami di Sumber: Google News | Berita 24 Kepri

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »