www.AlvinAdam.com

Berita 24 Kepulauan Riau

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Singapura Sebut Mantan Pejabat Indonesia Keliru Mengartikan FIR

Posted by On 04.47

Singapura Sebut Mantan Pejabat Indonesia Keliru Mengartikan FIR

Singapura Sebut Mantan Pejabat Indonesia Keliru Mengartikan FIR Reporter:

Yon Yoseph

Editor:

Budi Riza

Rabu, 13 Desember 2017 10:40 WIB
Singapura Sebut Mantan Pejabat Indonesia Keliru Mengartikan FIR

Anil Kumar Nayar, Duta Besar Singapura untuk Indonesia. TEMPO/Jati Mahatmaji

TEMPO.CO, Jakarta - Duta Besar Singapura untuk Indonesia mengatakan mantan perwira angkatan udara Indonesia telah keliru mengartikan fakta saat berbicara tent ang Singapore Flight Information Region (FIR).

"Komentar mereka, seperti diberitakan, salah mengartikan fakta. Pertama, administrasi FIR bukanlah masalah kedaulatan," kata Anil Kumar Nayar. Suratnya kepada stasiun televisi MetroTVnews telah diposting di Facebook kedutaan Singapura pada hari Selasa, 12 Desember 2017.

Baca: Singapura Luncurkan Program Car Sharing Berbasis Mobil Listrik

"Ini didasarkan pada pertimbangan operasional dan teknis untuk menyediakan layanan kontrol lalu lintas udara yang efektif."

Baca: Libur Akhir Tahun, Melihat Koleksi Baru SEA Aquarium Singapura

Laporan di MetroTVnews.com pada 30 November berjudul "Pemerintah Harus Segera Kendalikan Penerbangan di Langit Kepri", mengacu pada langit di atas provinsi Kepulauan Riau.

Laporan ini memuat komentar mantan Kepala Staf Angkatan Udara Indonesia, Marsekal Muda(Purnawirawan) Chappy Hakim dan Mar sekal Muda (Purnawirawan) Koesnadi Kardi, yang merupakan pengajar di Universitas Indonesia.

"Masalah rumit ini berada di bawah lingkup International Civil Aviation Organization (ICAO), yang melibatkan negara-negara lain dan konsumen yang dilindungi oleh FIR internasional," kata duta besar Singapura ini, seperti yang dilansir Straits Times pada Selasa, 12 Desember 2017.

Anil Kumar menambahkan bukanlah hal "tidak biasa" bagi otoritas lalu lintas udara dari suatu negara untuk menyediakan layanan pengelolaan lalu lintas udara di wilayah udara negara lain.

"Indonesia, misalnya, menyediakan layanan pengelolaan lalu lintas udara di wilayah udara milik negara lainnya."

Mengacu pada komentar Koesnadi bahwa Indonesia saat ini ... hanya menerima sepotong kue dari pendapatan Route Air Navigation Services (RANS), Anil Kumar mengatakan ini tidak tepat.

"Semua biaya RANS yang dikumpulkan oleh Singapura atas nama Ind onesia dikirim ke Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DGCA) Indonesia, dikurangi biaya transfer bank," tambahnya.

Chappy Hakim dan Koesnadi sebelumnya menilai kedaulatan negara Indonesia khususnya di wilayah udara Kepulauan Riau (Batam dan Natuna) tidak ada. Sebab menurut keduanya pengaturan lalu lintas penerbangan di wilayah itu masih dikendalikan Singapura.

STRAITS TIMES | CHANNEL NEWS ASIA | FACEBOOK

Terkait
  • Bandara Ngurah Rai Ditutup, Penumpang Terdampar di Singapura

    Bandara Ngurah Rai Ditutup, Penumpang Terdampar di Singapura

    15 hari lalu
  • Akhir Tahun Changi Airport Sajikan Nuansa Hello Kitty

    Akhir Tahun Changi Airport Sajikan Nuansa Hello Kitty

    23 hari lalu
  • PPATK Kantongi Identitas Nasabah yang Transfer Rp 18,9 Triliun

    PPATK Kantongi Identitas Nasabah yang Transfer Rp 18,9 Triliun

    8 Oktober 2017
  •  Indonesia- Singapura Hadapi Tiga Ancaman Sama

    Indonesia- Singapura Hadapi Tiga Ancaman Sama

    4 Oktober 2017
  • Rekomendasi
  • Macron Pimpin Inisiatif Global Perubahan Iklim Paris Tanpa Trump

    Macron Pimpin Inisiatif Global P erubahan Iklim Paris Tanpa Trump

    6 jam lalu
  • 91 Persen Warga Palestina Tolak Status Yerusalem Versi Trump

    91 Persen Warga Palestina Tolak Status Yerusalem Versi Trump

    7 jam lalu
  • Cina dan Rusia Antisipasi Serangan Rudal Korea Utara

    Cina dan Rusia Antisipasi Serangan Rudal Korea Utara

    9 jam lalu
  • Korea Utara Kembangkan Senjata Biologi, Lompatan Mengejutkan

    Korea Utara Kembangkan Senjata Biologi, Lompatan Mengejutkan

    23 jam lalu
  • Foto
  • Kim Jong Un Beri Penghargaan untuk Ilmuwan Pembuat Hwasong-15

    Kim Jong Un Beri Penghargaan untuk Ilmuwan Pembuat Hwasong-15

    2 jam lalu
  • Hormati Bunda dari Guadalupe, Warga Meksiko Ziarah ke Basilika < h2>Hormati Bunda dari Guadalupe, Warga Meksiko Ziarah ke Basilika 10 jam lalu
  • Pangeran William dan Harry Hadiri Gala Premier Film Star Wars

    Pangeran William dan Harry Hadiri Gala Premier Film Star Wars

    11 jam lalu
  • Mengunjungi Rumah Sakit Khusus Unta di Dubai

    Mengunjungi Rumah Sakit Khusus Unta di Dubai

    1 hari lalu
  • Video
  • Tentara Korea Utara Pembelot Makan Kue Choco Gratis Seumur Hidup

    Tentara Korea Utara Pembelot Makan Kue Choco Gratis Seumur Hidup

    3 jam lalu
  • Ledakan Bom Pipa di Terminal Bus New York Serangan Ter   oris

    Ledakan Bom Pipa di Terminal Bus New York Serangan Teroris

    1 hari lalu
  • Demo Warga Kecam Donald Trump yang Akui Yerusalem Ibu Kota Israel

    Demo Warga Kecam Donald Trump yang Akui Yerusalem Ibu Kota Israel

    3 hari lalu
  • Tentara Israel Bentrok dengan Pengunjuk Rasa Palestina di Gaza

    Tentara Israel Bentrok dengan Pengunjuk Rasa Palestina di Gaza

    3 hari lalu
  • terpopuler
  • 1

    DPR Amerika Serikat Minta Perilaku Seks Dona ld Trump Diungkap

  • 2

    Korea Utara Kembangkan Senjata Biologi, Lompatan Mengejutkan

  • 3

    Singapura Sebut Mantan Pejabat Indonesia Keliru Mengartikan FIR

  • 4

    Bertemu Erdogan, Putin Bilang Ini Soal Status Yerusalem

  • 5

    Donald Trump Bantah Lakukan Pelecehan Seks

  • Fokus
  • Ketika Banjir Menyapa Anies Baswedan Lebih Cepat

    Ketika Banjir Menyapa Anies Baswedan Lebih Cepat

  • Maut Difteri Akibat Emoh Imunisasi

    Maut Difteri Akibat Emoh Imunisasi

  • Setya Novanto Diduga Perintahkan Aliran Dana E-KTP Disamarkan

    Setya Novanto Diduga Perintahkan Aliran Dana E-KTP Disamarkan

  • Berebut Lahan Parkir Strategis dan Basah di Jakarta

    Berebut Lahan Parkir Strategis dan Basah di Jakarta

  • Terkini
  • Melawan Amerika Serikat, Pemimpin Islam Bertemu di Turki

    Melawan Amerika Serikat, Pemimpin Islam Bertemu di Turki

    1 jam lalu
  • Turki: Dunia Harus Mengakui Yerusalem Timur Ibu Kota Palestina

    Turki: Dunia Harus Mengakui Yerusalem Timur Ibu Kota Palestina

    2 jam lalu
  • Donald Trump Bantah Lakukan Pelecehan Seks

    Donald Trump Bantah Lakukan Pelecehan Seks

    3 jam lalu
  • DPR Amerika Serikat Minta Perilaku Seks Donald Trump Diungkap

    DPR Amerika Serikat Minta Perilaku Seks Donald Trump Diungkap

    4 jam lalu
  • [Slide] Ini 6 Reformasi Arab Saudi Besutan Raja Salman

    [Slide] Ini 6 Reformasi Arab Saudi Besutan Raja Salman

    4 jam lalu
  • Jelang Pertemuan OKI Soal Yerusalem, Abbas dan Erdogan Bertemu

    Jelang Pertemuan OKI Soal Yerusalem, Abbas dan Erdogan Bertemu

    5 jam lalu
  • Menlu AS Ajak Korea Utara Bertemu Langsung tanpa Syarat

    Menlu AS Ajak Korea Utara Bertemu Langsung tanpa Syarat

    5 jam lalu
  • Macron Danai 13 Peneliti AS Soal Inisiatif Perubahan Iklim Paris

    Macron Danai 13 Peneliti AS Soal Inisiatif Perubahan Iklim Paris

    6 jam lalu
  • Macron Pimpin Inisiatif Global Perubahan Iklim Paris Tanpa Trump

    Macron Pimpin Inisiatif Global Perubahan Iklim Paris Tanpa Trump

    7 jam lalu
  • Kim Jong Un Dikabarkan Bisa Kontrol Cuaca, seperti Apa?

    Kim Jong Un Dikabarkan Bisa Kontrol Cuaca, seperti Apa?

    8 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    CCTV Mata-Mata Seantero Jakarta

    Terdapat ribuan kamera televisi sirkuit tertutup, lebih dikenal dengan istilah CCTV, yang mengintai hampir seluruh wilayah DKI Jakarta.

    Sumber: Google News | Berita 24 Kepri

    Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »