www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Harga Pertalite naik lagi, tertinggi Rp8.150

Posted by On 15.26

Harga Pertalite naik lagi, tertinggi Rp8.150

Gabungan mahasiswa provinsi Riau mendorong kendaraan bermotor mereka ketika melakukan unjuk rasa ke Gedung DPRD Riau, di Pekanbaru, Riau, Senin (5/3/2018)
Gabungan mahasiswa provinsi Riau mendorong kendaraan bermotor mereka ketika melakukan unjuk rasa ke Gedung DPRD Riau, di Pekanbaru, Riau, Senin (5/3/2018) | Rony Muharrman /Antara Foto

PT Pertamina (Persero) mengaku terpaksa menaikkan lagi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertalite sebesar rata-rata Rp200 per liter. Kenaikan yang berlaku mulai Sabtu (24/3/2018), dipicu naiknya harga minyak mentah dunia.

Mengutip pengumuman resmi Pertamina yang dilansir Sabtu (24/3), kenaikan harga Pertalite terjadi merata d i seluruh wilayah pemasaran di Indonesia. Harga tertinggi berlaku di Sumatra, khususnya di Kodya Batam, Kepulauan Riau, dan Provinsi Riau; mencapai Rp8.150 per liter.

Kenaikan rata-rata sebesar Rp200 berlaku di hampir seluruh wilayah, kecuali di tiga wilayah tersebut di atas. Dengan kenaikan harga "hanya" sebesar Rp150, Batam, Riau dan Kepulauan Riau tetap tercatat sebagai daerah dengan harga Pertalite tertinggi.

Di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, kenaikan rata-rata sebesar Rp200, dari yang tadinya Rp7.600 per liter menjadi Rp7.800 per liter. Sedangkan di Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku serta Papua, harga Pertalite kini dipatok Rp8.000, atau naik Rp200 dari yang sebelumnya Rp7.800 per liter.

Warga di Kota Cimahi, Jawa Barat, merasa Pertamina tidak adil karena menaikkan harga tanpa pemberitahuan. Kenaikan harga BBM ini dikhawatirkan juga memicu kenaikan barang lainnya, terutama kebutuhan pokok masyarakat di pasar tradisional.

"Ya jelas kaget, me skipun naiknya Rp200 per liter, tapi kan tanpa ada sosialisasi. Kalau belinya 100 liter, kan terasa juga. Nanti ujung-ujungnya, harga di pasar jadi naik, alasan penjual karena BBM naik. Yang menderita kan masyarakat juga," kata Heri, Minggu (25/3/2018), yang dikutip Galamedia.

VP Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito, menyatakan kenaikan ini diberlakukan lantaran harga minyak dunia sudah tinggi. Adiatma mencontohkan minyak mentah jenis Brent yang sudah mencapai US $65 per barel.

"Itu, harga minyak dunia adalah komponen yang tidak bisa kita kendalikan. Dampaknya ke BBM itu langsung terasa," terangnya seperti dilansir Detik Finance, Sabtu (24/3).

Diberitakan Reuters (h/t Indoprimer), baik minyak Brent maupun WTI (West Texas Intermediate) naik 5 persen secara mingguan per akhir pekan ini.

Sementara itu Goldman Sachs mengatakan permintaan pekan ini dan pemangkasan produksi oleh OPEC mendorong ekspektasi harga Brent ke angka US $8 2,50 per barel hingga pertengahan 2018.

Sepanjang 2018 ini, Pertamina telah dua kali menaikkan harga Pertalite. Pertama, kenaikan di seluruh wilayah sebesar Rp100 per liter, berlaku mulai 20 Januari 2018. Harga yang semula Rp7.500 per liter di Bali, misalnya, naik menjadi Rp7.600 per liter.

Saat Pertamina menaikkan harga Pertamax sebesar Rp300 per liter pada 24 Februari lalu, harga Pertalite tidak mengalami kenaikan. Kali ini giliran harga BBM beroktan 90 itu yang mengalami kenaikan lagi, sedangkan harga Pertamax tidak ikut naik.

Mengacu Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 tahun 2014, Pertalite dan Pertamax merupakan Bahan Bakar Umum (BBU). Karenanya, kenaikan harga Pertalite tidak perlu izin dari pemerintah. Pertamina hanya perlu memberitahu ihwal kebijakan tersebut.

Berbeda dengan BBM jenis Premium yang merupakan Jenis BBM Khusus Penugasan. Meski tak lagi disubsidi, harga untuk wilayah Jawa, Madura, dan Bali (Jamali), akan ditentukan PT Pertamina (Perser o) dengan berpedoman pada kebijakan pemerintah. Harga Premium untuk wilayah Jamali hingga saat ini Rp6.550 per liter.

Sedangkan untuk di luar wilayah Jamali, harga Premium ditetapkan langsung oleh pemerintah. Terakhir kali pemerintah mematok harga Premium pada 1 Oktober 2017, melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 3448 K/12/MEM/2017. Dalam keputusan itu, harga Premium di luar wilayah Jamali dipatok Rp6.450 per liter.

Selisih harga keekonomian harga Premium, menjadi tanggungan Pertamina yang merupakan perusahaan energi nasional milik Pemerintah Republik Indonesia melalui kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selaku pemegang saham.

Sumber: Google News | Berita 24 Kepri

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »