www.AlvinAdam.com

Berita 24 Kepulauan Riau

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Migas Indonesia Disebut Telah Dikuasai Asing, SKK Migas: Bohong!

Posted by On 18.04

Migas Indonesia Disebut Telah Dikuasai Asing, SKK Migas: Bohong!

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). (foto: SKK Migas)
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). (foto: SKK Migas)

INFONAWACITA.COM â€" Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Wilayah Sumatera bagian utara menyatakan, ‘bohong kalau ada yang mengatakan minyak dan gas Indonesia telah dikuasai asing’.

Kepala Departemen Humas SKK Migas Haryanto Syafri, di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mengatakan dalam “Production Sharing Contract” migas itu, Indonesia mendapatkan bagi hasil sebesar 85 persen untuk produksi minyak bumi. Serta 70 persen untuk produksi gas bumi.

“Bohong ketika ada yan g menyatakan bahwa negara dikuasai asing,” ujarnya, di hadapan mahasiswa yang mengikuti Kuliah Tamu di auditorium Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang itu pula, Rabu (18/4/2018).

Syafri kembali menegaskan hal itu saat menjelaskan ruang lingkup kegiatan usaha hulu migas. Serta kaitannya dengan kebutuhan migas nasional dalam Kuliah Tamu bertema “Pengenalan Industri Hulu Migas Dalam Pembangunan Nasional”.

Mahasiswa yang mendengar penjelasan Syafri pun mengangguk-anggukkan kepalanya. Mereka terlihat serius mengikuti kegiatan itu. Sebabnya karena Natuna dan Kepulauan Anambas merupakan daerah penghasil migas.

“Informasi ini penting diketahui mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa. Agar tidak salah. Sebabnya karena selama ini cukup banyak informasi yang salah terkait penguasaan migas di Indonesia. Dari kontrak itu, jelas, bahwa negara masih diuntungkan,” katanya dalam kegiatan yang diselenggarakan Jurusan Hubungan Internasional Fakultas I lmu Sosial dan Ilmu Politik UMRAH itu lagi.

Kuliah Tamu itu bertambah menarik lantaran dihadiri perwakilan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Perwakilan KKKS yang hadir seperti dari PT Medco E&P Natuna, Premier Oil Natuna Sea BV, Star Energy, dan Conrad Petroleum-West Natuna Exploration Ltd.

Ketua Jurusan Hubungan Internasional FISIP UMRAH Sayed Fauzan Riyadi IMAS mengatakan, kegiatan ini sangat penting sebagai ladang ilmu pengetahuan.

Penjelasan narasumber yang berkompeten mampu menjawab berbagai pertanyaan. Mengenai industri hulu migas.

“Sering kami ditanya dan berdiskusi dengan para mahasiswa, terutama yang berasal dari Anambas dan Natuna tentang keberadaan perusahaan migas, tentang DBH Migas, dan kegiatan CSR,” katanya pula.

“Dengan kuliah tamu ini terbangun diskusi dan tanya jawab positif. Antara mahasiswa dengan pengelola dan pelaku usaha,” ujarnya.

Kegiatan yang berlangsung interaktif dan dinamis itu dihadiri oleh mahas iswa dari lima fakultas.

Partisipasi dan pertanyaan para mahasiswa, seperti dilansir dari Antara, diselingi dengan pemberian kuis oleh narasumber dan perwakilan KKKS.

Sumber: Google News | Berita 24 Kepri

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »