www.AlvinAdam.com

Berita 24 Kepulauan Riau

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Bea Cukai Sita 30 Ton Bawang

Posted by On 11.49

Bea Cukai Sita 30 Ton Bawang

Bea Cukai Sita 30 Ton Bawang

Tim Gabungan dengan sandi operasi laut “Jaring Sriwijaya” Bea Cukai Kanwil Kepri Kepulauan Riau, Kanwil Aceh

Bea Cukai Sita  30 Ton BawangTim gabungan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cuka (KPBC) Tipe Pratama Kuala Langsa dan Riau, Minggu (13/5) dini hari kembali berhasil menangkap kapal mesin (KM) Satrio GT 25 Nomor149/QQd yang mengangkut belasan ton bawang merah ilegal dan teh hijau, yang diduga diselundupan dari negara Malaysia. SERAMBI/ZUBIR

* Diselundupkan dari Malaysia

LANGSA - Tim Gabungan dengan sandi operasi laut “Jaring Sriwijaya” Bea Cukai Kanwil Kepri Kepulauan Riau, Kanwil Aceh, dan Sumut, serta KPPBC Kuala Langsa, Kamis (24/5), kembali menggagalkan penyelundupan puluhan ton bawang merah ilegal yang didatangkan dari Malaysia, di perairan Langsa, kawasan Selat Malaka.

Kini, barang bukti (BB) yang didapat berupa 30 ton bawang merah bombay dan 5 anak buah kapal (ABK). Barang bukti ini diamankan di KPPBC setempat. Sedangkan Kapal Mesin (KM) Ilham, pengangkut bawang ilegal, diamankan di Pelabuhan Kuala Langsa.

Kelima ABK itu, yakni RZ (46) berstatus tekong boat dengan alamat Desa Tangsi Lama, Kecamatan Seruwai, Aceh Tamiang. Lalu AK (46), RL (60), dan SR (28). Ketiganya beralamat di Desa Teluk Halban, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang. Terakhir, MT (28), yang beralamat Desa Binjai, Kecamatan Seruwai.

Data yang diperoleh Serambi, penangkapan bawang merah ilegal yang diselundupkan dari Malaysia pada Kamis (24/5) tersebut merupakan penangkapan yang ketiga kali dilakukan tim gabungan Bea Cukai Kanwil Aceh, Sumut, dan Riau.

Penangkapan pertama terjadi pada 13 Mei lalu , yakni tim gabungan BC berhasil menangkap KM Doa Ibu bermuatan sekitar 10 ton bawang merah ilegal, spare part mobil, pakaian, teh hijau, anggrek. Selain itu, juga ikut diamankan 5 ABK ke Kantor KPBC Type Madya Kuala Langsa.

Lalu penangkapan kedua pada 14 Mei, dimana petugas mengamankan KM Satrio bermuatan sekitar 30 ton bawang merah ilegal juga diduga dari Malaysia. Sedangkan 5 ABK ikut diamankan ke Kantor KPBC Tpye Madya Kuala Langsa.

Kepala KPPBC Type Madya Kuala Langsa, M Syuhada, saat dikonfirmasi di kantornya, kemarin menyebutkan, sekitara 30 ton bawang merah ilegal selundupan kini diamankan di gudang KPPBC Type Madya Kuala Langsa.

Menurutnya, bawang merah ilegal itu disita Tim Gabungan Sriwijaya Bea Cukai (BC) Kanwil Kepri Kepulauan Riau, Kanwil Aceh, dan Sumut, serta KPPBC Kuala Langsa, yang melakukan patroli di perairan Selat Malaka menggunakan Kapal Patroli Ilham, Kamis (24/5) dini hari. “Saat ini 5 ABK dan BB bawang merah ilegal serta kapal yang dig unakan untuk penyelundupan bawang ini dititipkan ke KPPBC Type Madya Kuala Langsa, namun untuk proses hukum selanjutnya akan ditangani pihak terkait BC,” ujarnya.

M Syuhada menambahkan, sejak sebulan terakhir ada sekira 50-60 ton bawang merah ilegal hasil penangkapan tim gabungan BC Aceh, Sumut, dan Riau dan diamankan di gudang KPPBC setempat. Pihaknya menunggu arahan selanjutnya apakah akan dimusnahkan atau dihibahkan kepada masyarakat.

Kebijakan Hibah
Menurut M Syuhada, direncanakan bawang merah ini dihibahkan kepada masyarakat. Namun, kebijakan tersebut tentu memerlukan proses. Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan bawang merah tersebut oleh pihak karantina untuk memastikan layak konsumsi atau tidak. Apabila setelah diceks oleh pihak Karantina ternyata bawang merah ini tidak mengandung bibit penyakit atau virus berbahaya, maka pihak terkait akan menghibahkan kepada masyarakat khususnya di daerah yang tidak ada petani penghasil bawang seperti L angsa, Aceh Timur, atau Aceh Tamiang.

“Bawang tidak boleh dihibah ke daerah yang menghasilkan tanaman bawang seperti Pijay dan lainnya. Kalau dihibahkan ke daerah itu, bawang petani lokal akan merosot penjualannya,”jelasnya.

Kepala KPBC Type Madya Kuala Langsa itu berharap pihak terkait secepatnya memastikan apakah layak konsumsi atau tidak. Pertimbangannya, jika bawang ini lama berada di gudang, otomatis akan membusuk dan baunya pun mengganggu warga sekitar.(zb)

Editor: hasyim Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Google News | Berita 24 Kepri

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »