www.AlvinAdam.com

Berita 24 Kepulauan Riau

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Dari 600 Perusahaan Gadai, Baru 24 yang Berizin dan Terdaftar di ...

Posted by On 03.22

Dari 600 Perusahaan Gadai, Baru 24 yang Berizin dan Terdaftar di ...

Ilustrasi pegadaianTHINKSTOCKS/HOFRED Ilustrasi pegadaian

JAKARTA, KOMPAS.com - Dari lebih 600 perusahaan gadai, bari 24 badan usaha dan perusahaan bidang pergadaian yang telah terdaftar dan memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan ( OJK). Rinciannya, 10 perusahaan telah berizin dan 14 perusahaan telah terdaftar.

"Hingga Mei 2018, jumlah pelaku usaha pergadaian yang terdaftar dan berizin di OJK sejumlah 24 perusahaan," ujar Deputi Komisioner Pengawasan IKNB 2 OJK Mochamad Ihsanuddin dalam konferensi pers di kantor OJK, Jakarta, Jumat (25/5/2018).

Dari 24 perusahaan tersebut, salah satunya PT Pegadaian Persero. Selebihnya merupakan pegadaian swasta.

Perusahaan yang terdaftar terdiri dari KSP Mandiri Sejahtera Abadi di Semarang, KSU Dana Usaha di Semarang, PT Mitra Kita di Semarang, UD Ijab di Semarang, PT Mas Agung Sejahtera di Jakarta, PT Surya Pilar Kencana di Jakarta, PT Svaraputra Penjuru Vijaya di Tangerang, PT Pusat Gadai Indonesia di Jakarta, PT Persada Arihta Mandiri di Medan, Solusi Gadai di Jakarta, CV Soverino Eka Sakti di Semarang, CV Prima Perkasa di Semarang, Gadai Murah Jogja di Yogyakarta, dan PT Awi Gadai Jogja di Yogyakarta.

Baca juga: Waspadalah, OJK dan Pegadaian Temukan 200 Perusahaan Gadai Ilegal

Sementara perusahaan yang berizin yakni PT Pegadaian (Persero) di Jakarta, PT HBD Gadai Nusantara di Jakarta, PT Gadai Pinjam Indonesia di Jakarta, PT Sarana Gadai Prioritas di Jakarta, PT Mitra Gadai Sejahtera Kepri di Kepulauan Riau, PT Sili Gadai Nusantara di Semarang, PT Jawa Barat Gadai Sejati di Bekas i, PT Pergadaian Dana Sentosa di Yogyakarta, PT Sahabat Gadai Sejati di Bandung, dan PT Jasa Gadai Syariah di Bekasi.

"Dari yang terdaftar ada dua dari koperasi, ada dua dari CV, ada yang usaha dagang satu. Pegadaian Syariah juga ada satu," kata Ihsanuddin.

Sebenarnya ada satu perusahaan gadai bernama PT Rimba Hijau Investasi yang sudah mengantungi izin daftar OJK. Namun, pendaftarannya dibatalkan karena OJK mendapat banyak laporan masyarakat dan nasabah bahwa perusahaan tersebut tidak menjalankan usaha gadai sebagaimana mestinya.

PT Rimba Hijau Investasi dianggap melanggar Peraturan OJK Nomor 31 Nomor 31/POJK.05/2016 tentang Usaha Pergadaian.

"Setelah diperiksa terdapat indikasi mengarah pada fraud. Kita cabut izin terdaftarnya," kata Ihsanuddin.

Di samping itu, tim dari OJK bersama perwakilan sejumlah kantor cabang PT Pertamina (Persero) mendata perusahaan gadai yang belum terdaftar dan memiliki ijin. Dari hasil se mentara, sebanyak 585 usaha gadai belum terdaftar dan berizin di OJK.

OJK membuka pendaftaran perusahaan gadai swasta setelah menerbitkan Peraturan OJK Nomor 31 Nomor 31/POJK.05/2016 tentang Usaha Pergadaian pada 29 Juli 2016. Waktu pendaftaran dibatasi hingga 29 Juli 2018.

Selanjutnya, disusul dengan batas waktu wajib memiliki izin usaha para pelaku usaha pegadaian hingga 29 Juli 2019.

"Setelahnya masih tetap kita terima, tapi ikuti proses yang langsung mengajukan izin. Prosesnya lebih berat," kata Ihsanuddin.


Berita Terkait

Tahun 2017, Pegadaian Bayar Pajak Rp 1,6 Triliun

Sasar Generasi Milenial, Pegadaian Luncurkan Layanan Digital

Usia 117 Tahun, Bisnis Pegadaian Tak Hanya Gadai

Percepat Layanan, Pegadaian Gandeng Ditjen Dukcapil

Pegadaian Bantu Petani Lepaskan Ketergantungan terhadap Tengkulak

Terkini Lainnya

Jelang Akhir Pekan, Rupiah dan IHSG Kembali Menguat

Jelang Akhir Pekan, Rupiah dan IHSG Kembali Menguat

Keuangan 25/05/2018, 17:05 WIB Dari 600 Perusahaan Gadai, Baru 24 yang Berizin dan Terdaftar di OJK

Dari 600 Perusahaan Gadai, Baru 24 yang Berizin dan Terdaftar di OJK

Keuangan 25/05/2018, 16:41 WIB THR 'Cair', Ekonomi Kuartal II/2018 Diyakini Tumbuh 5,15 Persen

THR "Cair", Ekonomi Kuartal II/2018 Diyakini Tumbuh 5,15 Persen

Makro 25/05/2018, 16:29 WIB Tarif Cukai Disederhanakan, Industri Rokok Dinilai Bisa Lebih 'Fair'

Tarif Cukai Disederhanakan, Industri Rokok Dinilai Bisa Lebih "Fair"

Makro 25/05/2018, 16:23 WIB Bulog Pastikan Stok Pangan Aman hingga Lebaran

Bulog Pastikan Stok Pangan Aman hingga Lebaran

Makro 25/05/2018, 15:39 WIB LPS Proses Likuidasi BPR Budisetia di Padang

LPS Proses Likuidasi BPR Budisetia di Padang

Keuangan 25/05/2018, 15:38 WIB Kementan Temukan Ini Saat Sidak Pasar di Palembang

Kementan Temukan Ini Saat Sidak Pasar di Palembang

Makro 25/05/2018, 15:31 WIB OJK: Kerugian akibat Investasi Ilegal Lebih dari Rp 100 Triliun

OJK: Kerugian akibat Investasi Ilegal Lebih dari Rp 100 Triliun

Keuangan 25/05/2018, 15:06 WIB Investor India Minat Investasi 60 Juta Dollar AS di Bengkulu

Investor India Minat Investasi 60 Juta Dollar AS di Bengkulu

Bisnis 25/05/2018, 14:56 WIB OJK Cabut Izin Usaha PT BPR Budisetia

OJK Cabut Izin Usaha PT BPR Budisetia

Keuangan 25/05/2018, 14:40 WIB Melongok Fasilitas Bandara Kertajati

Melongok Fasilitas Bandara Kertajati

Makro 25/05/2018, 14:14 WIB Pemerintah Klaim Kesiapan Implementasi Perizinan Online di Kabupaten Capai 88 Persen

Pemerintah Klaim Kesiapan Implementasi P erizinan Online di Kabupaten Capai 88 Persen

Makro 25/05/2018, 13:40 WIB Kejar Target Bauran Energi, Kementerian ESDM Percepat Pengembangan EBT

Kejar Target Bauran Energi, Kementerian ESDM Percepat Pengembangan EBT

Makro 25/05/2018, 13:30 WIB Urus Izin Investasi Hanya 1 Jam dengan 'Online Single Submission'

Urus Izin Investasi Hanya 1 Jam dengan "Online Single Submission"

Makro 25/05/2018, 12:49 WIB Survei BTPN: Pengeluaran Nasabah Naik 5-10 Persen saat Ramadan

Survei BTPN: Pengeluar an Nasabah Naik 5-10 Persen saat Ramadan

Keuangan 25/05/2018, 12:44 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Kepri

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »