www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Komisi X DPR Sesalkan Wisman di Batam Hanya 50%

Posted by On 05.30

Komisi X DPR Sesalkan Wisman di Batam Hanya 50%

Komisi X DPR Sesalkan Wisman di Batam Hanya 50%

02-07-2018 / KOMISI X

Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Amaliah (F-PKS)/Foto:Iwan Armanias/Iw

Kota Batam, Kepulauan Riau menjadi kota perantara (transit) bagi wisatawan mancanegara (wisman), terutama dari Malaysia dan Singapura yang hendak berwisata ke daerah lain di Indonesia. Tapi ternyata hanya 50%-60% wisatawan yang datang ke Provinsi Kepulauan Riau ini dari mancanegara, sebagian besarnya dari wisatawan nusantara.

“Ada beberapa hal yang harus digali lebih dalam lagi, karena ternyata hanya 50%-60% wisatawan yang datang ke Provinsi Kepulauan Riau ini dari mancanegara. Sebagian besarnya dari wisatawan nusantara. Jadi kita harus melihat, daripada kita terus-menerus membangun infrastruk tur yang megah dan besar, sementara mereka (wisman) itu hadir hanya untuk sedikit belanja di sini. Kita harus mulai memikirkan bagaimana merekrut wisman sebanyak-banyaknya,” ungkap Anggota Komisi X DPR RI Ledia Amaliah usai melihat secara langsung wisman/wisnus di Pelabuhan Sekupang, Batam, Jum’at (29/6/2018).

Menurutnya Batam merupakan daerah kepulauan. Maka yang harus dipikirkan, adalah bagaimana pengembangan wisata yang berkaitan dengan bahari, bagaimana mengeksplorasi alam dan juga bagaimana bisa mengembangkan sejumlah perjalanan-perjalanan wisata agar Kepulauan Riau ini menjadi tempat transit.

“Pariwisata ini sangat berkaitan dengan perilaku. Karena itu pelatihan-pelatihan berkenaan dengan perilaku bagaimana menyambut dan melayani tamu, bagaimana kita menjaga kebersihan, itu menjadi bagian yang sangat penting. Kita tidak bisa mengandalkan dari pusat, karena itu tugas dari pemda setempat untuk mensosialisasikannya,” jelas Politisi PKS ini.

Dalam kesempatan tersebut, Ledia juga menyoroti masalah tour guide (pemandu). Ia mengatakan, kita harus berpikir bagaimana kita berkomunikasi dengan mereka (wisman) karena kesulitan terbesarnya adalah penguasaan bahasa oleh para tour guide itu sendiri.

“Kita tidak bisa memberi proteksi pemandu wisata kita di Indonesia, karena mereka punya keterbatasan dalam bahasa. Ini PR besar, regulasinya harus lebih diperbaiki dan pemerintah seharusnya memberikan proteksi kepada para pemandu wisata ini,” tegasnya.

Anggota dewan dapil Jabar I ini menegaskan yang menjadi pemandu wisata bagi semua wisatawan yang datang ke Indonesia harus pemandu wisata Indonesia. “Kita harus buat regulasi agar semua, siapapun juga yang datang ke Indonesia itu harus menggunakan pemandu dari Indonesia. Pemandu dari Indonesia tentu harus meng-upgrade kemampuan berbahasanya, kemampuan untuk memberikan pelayanannya,” imbuhnya.

Semen tara Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Buralimar mengatakan, semakin beragamnya wisatawan yang masuk tentunya pemandu wisata Kepri harus siap dengan keahlian saat memandu. “Terutama soal bahasa. Sekarang ini kunjungan wisatawan dari China dan Korea sudah mulai banyak, apalagi dibukanya rute China-Tanjungpinang,” jelas Buralimar.

Saat ini pemandu wisata yang dimiliki Kepri sudah baik dan bagus, lanjutnya. Rata-rata semua sudah memiliki lisensi untuk memandu. Hanya saja ada yang baru mulai karir sebagai pemandu. Ini yang kita latih dan diberikan sertifikat. (iw/sc)

BERITA TERKAIT Komisi X DPR Terkesan Perkembangan Pariwisata Banyuwangi 02-07-2018 / KOMISI X Komisi X DPR yang membidangi pariwisata mengaku terkesan dengan perkembangan pariwisata daerah di ujung Jawa tersebut. "Kedatangan kunker komisi X di... Infrastruktur Daerah dan IT Jadi Mas alah Pengembangan Wisata di Kepri 02-07-2018 / KOMISI X [Tim Kunspek Komisi X DPR RI dipimpin Sutan Adil Hendra foto bersama usai pertemuan dengan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan... Komisi X DPR Sesalkan Wisman di Batam Hanya 50% 02-07-2018 / KOMISI X Kota Batam, Kepulauan Riau menjadi kota perantara (transit) bagi wisatawan mancanegara (wisman), terutama dari Malaysia dan Singapura yang hendak berwisata... Komisi X Apresiasi Pemprov NTB Kembangkan Wisata Halal 02-07-2018 / KOMISI X Komisi X DPR RI apresiasi keberhasilan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengembangkan wisata halal di NTB, khususnya di Pulau Lombok....Sumber: Berita Kepulauan Riau

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »